Teknik Motivasi Diri untuk Karyawan agar Berbahagia di Tempat Kerja

by @rezawismail

Kebahagiaan terletak pada kesenangan dalam pencapaian dan serunya berusaha dengan kreatif. -Franklin Roosevelt

Pada masa resesi dan krisis ekonomi, banyak pekerja yang berusaha mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan keuangan keluarganya. Tidak jarang, mereka menjadi karyawan di dalam suatu perusahaan yang dianggap tidak terlalu menyenangkan kondisi kerjanya.

Banyak karyawan merasa tidak puas dengan karir yang mereka jalani. Tapi mereka terpaksa melakukannya demi mensejahterakan orang-orang yang dicintainya. Jika mereka terlalu memilih dan menunggu mendapatkan pekerjaan yang mereka sukai, maka biasanya mereka tidak bisa mendapatkan penghasilan yang memadai.

Apalagi di dalam situasi dimana mencari pekerjaan itu sulit dan seseorang harus bersyukur masih memiliki sumber pendapatan untuk kehidupannya. Kesulitan memilih dan memiliki pekerjaan yang ideal bisa membawa tekanan serta stres pada diri seseorang. Akhirnya, banyak pekerja yang merasa terperangkap dalam pekerjaan mereka sendiri.

Di saat dimana dunia kerja sedang tidak kondusif, seorang karyawan harus bisa mengelola emosi dan pikirannya. Bahkan, meski krisis sudah lewat tetap saja tingkat pengangguran masih tinggi sehingga pekerjaan yang ada walau kurang membahagiakan tetap dipertahankan.

Mungkin dia tidak bisa mengendalikan hal-hal yang di luar dirinya seperti prosedur kerja, gaji dan fasilitas yang kesemuanya masih tergantung kepada manajemen perusahaannya. Namun dia bisa mencoba melatih pikirannya untuk dapat mengontrol emosinya agar lebih positif.

Belajar menyukai pekerjaan yang ada ketika kesulitan mendapatkan pekerjaan yang disukai. Menguatkan perasaan yang optimis dan pikiran-pikiran yang membawa kebahagiaan waktu harus bekerja dalam satu jenis pekerjaan yang tidak terlalu menyenangkan.

Kendati begitu, tingkat kebahagian dari masing-masing karyawan bisa berbeda-beda walau tugas dan kewajiban yang harus dikerjakan sama. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar kebahagiaan dalam waktu bekerja lebih banyak ditentukan oleh diri sang karyawan itu sendiri.

Kecenderungan untuk frustasi dan depresi, merasa cemas atau marah, mudah tersinggung serta berputus asa sesungguhnya bisa diatasi dengan melatih pikiran agar lebih tenang nan damai. Mengolah batin supaya lebih bijaksana dan mudah berbahagia.

Pertanyaannya, bisakah kita mengubah sifat dan karakter kita yang sudah terbentuk dari kecil? Mampukah kita mengembangkan otak yang menentukan kepribadian kita menjadi lebih baik lagi?

Sebuah survei oleh Gallup menunjukkan bahwa 70 % karyawan meski merasa harus tetap bertahan dalam pekerjaan mereka, tingkat kepuasannya terus menurun dan akhirnya para pekerja yang kurang antusias ini menjatuhkan produktivitas perusahaan secara keseluruhan.

Beberapa kebijakan dilakukan untuk mempererat keterikatan dan rasa tanggung jawab karyawan kepada perusahaan agar memberikan kontribusi yang maksimal. Seperti memberikan masa cuti yang mencukupi dan mengadakan acara-acara yang bersifat rekreasional bertemakan kebersamaan.

Sedangkan tips untuk diri sang karyawan disarankan agar banyak-banyak bersyukur, rajin menetapkan beberapa sasaran jangka pendek untuk melengkapi tujuan jangka panjang, berisitirahat dan mendengarkan musik, menjalin hubungan baik penuh persahabatan dengan sesama rekan kerja, serta berpikiran terbuka plus terus optimis.

Dalam waktu beberapa tahun, seorang peneliti bernama Richard Davidson bersama rekan-rekannya melakukan riset yang mempelajari dampak dari latihan-latihan olah batin seperti meditasi secara rutin terhadap jaringan saraf di otak dan pengaruhnya untuk kebahagiaan seseorang secara khusus.

Hasil studinya pada beberapa biksu senior yang sudah puluhan tahun melatih pikirannya dengan meditasi menunjukkan aktivitas yang lebih besar di otak bagian prefrontal cortex yang memiliki asosiasi atau kaitan kuat terhadap kebahagiaan. Gambaran scan otak mereka mengkonfirmasi kemampuan otak untuk tumbuh dan berkembang secara elastis atau fleksibel. Ini disebut neuroplasticity.

Perusahaan bisa mendukung kesehatan jiwa bagi para karyawan berdasarkan penelitian ilmiah tentang otak ini lewat pelatihan-pelatihan yang mengajarkan kemampuan olah batin seperti meditasi dan sebagainya. Teknik-teknik untuk menumbuhkembangkan pikiran yang positif ini bisa juga dihubungkan dengan keyakinan sang karyawan. Misalnya meditasi secara islami dalam bentuk aktivitas berdzikir bagi yang muslim.

Terdapat beragam jenis meditasi yang tidak mesti terkait dengan satu agama atau kepercayaan tertentu. Meditasi hanyalah satu nama kegiatan yang bukan berarti suatu bentuk ibadah yang membutuhkan keimanan. Berbagai jenis meditasi bisa memiliki macam-macam manfaat yang berguna selain menenangkan pikiran bisa juga untuk menguatkan konsentrasi serta sistem imun/kekebalan tubuh yang telah dibuktikan secara ilmiah.

Ada meditasi yang memfokuskan pikiran pada satu obyek tertentu seperti mengulang-ulang satu kata atau mantra, sebagai contohnya; seperti berdzikir atau dengan memusatkan pikiran untuk hanya menyadari nafas yang keluar-masuk. Pemusatan pikiran pada satu hal ini akan menenangkan pikiran karena melatih otak agar tidak memikirkan banyak hal dalam satu waktu tertentu. Otak bisa beristirahat dan memulihkan diri dari tekanan masalah yang ada.

Melatih keikhlasan dan kesadaran untuk pasrah adalah satu bentuk olah batin lainnya yang bisa membantu melatih diri seseorang untuk menghadapi stres. Latihannya berupa kebalikan dari meditasi konsentrasi yaitu melebarkan fokus inderawi sehingga pikiran terasa lepas dan bebas menyadari kekinian yang sedang dirasakan. Latihan ini bisa menurunkan gelombang otak untuk sesaat sehingga mencapai rileksasi diri yang mendalam.

Jenis meditasi lainnya adalah dengan menumbuhkan perasaan positif seperti cinta-kasih dari dalam hati. Berusaha memaafkan diri dan orang lain bahkan menyayangi musuh-musuh juga lewat doa dan kegiatan beramal. Dan perusahaan bisa membantu memfasilitasi aktivitas-aktivitas yang bersifat spiritual ini untuk meningkatkan kinerja karyawan secara efisien tanpa perlu merombak prosedur kerja atau menambah fasilitas yang membutuhkan banyak biaya.

Meditasi dan beragam latihan penenangan diri telah terbukti secara ilmiah bisa membantu meningkatkan kebahagiaan seseorang dan bermanfaat bagi kesehatan baik fisik maupun mental dengan modal investasi yang murah. Olah jiwa seperti meditasi ini bukan berarti sebuah bentuk ibadah agama tertentu walau perusahaan bisa mengaitkannya dengan agama dan kepercayaan sang karyawan untuk menambah efektivitasnya dan menebalkan moralitas para pekerjanya. Sudah banyak perusahaan yang menyediakan pelatihan meditasi dan sejenisnya untuk peningkatan kualitas sumber daya manusianya.

Keunggulan lainnya dari pelatihan meditasi untuk manajemen adalah peningkatan kemampuan intuisi para eksekutif dalam mengambil keputusan strategis untuk kemajuan perusahaan. Meningkatkan keahlian pegawai pimpinan dan pelaksana dalam menciptakan visi, mengembangkan kreativitas untuk berinovasi, dan menumbuhkan kecerdasan emosi juga bisa dilakukan dengan meditasi, yang akan saya bahas dalam tulisan-tulisan selanjutnya di blog ini. Peace!

Baca juga:
Teori NLP: Program Motivasi Karyawan
Tips Meredakan Stres
Tips Relaksasi untuk Optimalisasi Otak
Motivasi dan Teori Tiga Otak
Meningkatkan Motivasi dengan Tidur