Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Kategori: kesehatan tubuh & pikiran

Tips Bangun Pagi 3: Tehnik Zombie

Tidur cepat dan bangun pagi membawa kesehatan, kesejahteraan, dan kebijaksanaan. -Benjamin Franklin.

Akhirnya saya bisa memenuhi janji saya untuk menuliskan tips tentang bagaimana cara bangun pagi bagian ke-3. Seperti tulisan yang pertama dan kedua, dalam tulisan ketiga ini saya akan membagikan cara bangun pagi yang telah teruji dan sukses.

Beragam tehnik cara bangun pagi sudah saya pernah tuliskan dan memang ampuh untuk membuat kita bisa terbangun dari tidur lebih pagi. Tapi bagaimana melawan rasa kantuk yang bisa membuat kita ketiduran lagi?

Banyak orang bisa bangun pagi hanya untuk tersadar beberapa saat dan beberapa waktu kemudian tertidur kembali; dan pada akhirnya malah jadi bangun terlambat dan kesiangan.

Bisa saja kita berhasil menerapkan tehnik-tehnik yang telah saya bagikan di tulisan cara bangun pagi yang kesatu dan bagian 2, namun kita merasa sangat malas untuk beranjak dari tempat tidur.

Seseorang mungkin saja sudah bisa membuka mata tapi hanya sebentar saja, dan karena masih bermalas-malasan di atas kasur, dia lalu berlanjut meneruskan mimpinya. Percuma saja bisa bangun pagi jika melek hanya untuk sesaat saja lalu menutup mata dan merem kembali.

Sebagai contoh; suatu pagi kita terbangun sejenak pada jam 5 pagi. Lalu kita berpikir; tunggu 5 menit lagi baru bangkit dari ranjang. Kemudian setelah 5 menit lewat, kita kembali terbuai. Jadi, bangun pagi saja tidak cukup, kita harus bisa menjaga kesadaran dan memotivasi diri untuk bisa segera mulai beraktivitas.

Masalahnya adalah, ketika seseorang bangun pagi dan baru mulai tersadar. Dia akan merasa sangat mengantuk, masih lemas dan kurang energi. Kadar oksigennya masih rendah setelah tertidur semalaman.

Sayangnya, kita malah menggunakan energi yang sedikit tersebut untuk berpikir. Ketika bangun di pagi hari, otak kita sibuk memikirkan alasan untuk tetap berbaring dan menunggu 5 menit lagi. Otak kita mengkonsumsi banyak energi ketika sedang berpikir. Sehingga tubuh masih lemas dan malas untuk bangkit dari tempat tidur.

Tehnik Zombie adalah tehnik dimana kita mengurangi aktivitas berpikir otak dan mulai mengaktifkan otot-otot di dalam diri untuk bergerak menjauhi ranjang, guling, dan bantal. Disebut tehnik zombie, karena zombie terkenal dengan pikirannya yang dangkal dan bergerak hanya mengikuti instingnya untuk makan (manusia!) Otak dan akal zombie sudah rusak sehingga tidak bisa berpikir secara mendalam. Zombie hanya bergerak memangsa tanpa banyak berpikir atau merenung.

Jadi, yang perlu kita lakukan setelah bangun pagi dengan sedikit kesadaran dan oksigen, serta tingkat energi yang masih rendah adalah kita perlu berhenti berpikir, mengumpulkan tenaga, lalu mulai bergerak dengan bangun dari tidur dan menjauhi ranjang.

Caranya adalah:

  1. Mengalihkan kesadaran dari otak yang sedang berpikir mencari alasan untuk tetap berbaring nyaman kepada nafas yang keluar-masuk. Perhatikan saja nafas masuk dan keluar, sehingga otak berhenti memikirkan berbagai hal lainnya.
    Baca entri selengkapnya »

Tips Mengingat dengan Tehnik Memori Metode Loci

Selama kenangan orang-orang tercinta terus hidup dalam memori di hatiku, kubisa katakan; hidupku indah. -Helen Keller

Metode Loci adalah tehnik mengingat yang paling sering digunakan oleh para peserta dan pemenang tahunan dalam Kejuaraan Memori Dunia. Kejuaraan ini menuntut para partisipan untuk menghafal informasi sebanyak mungkin. Data yang harus diingat-ingat biasanya berupa urutan angka, digit biner, kata-kata acak, nama serta wajah, tanggal bersejarah, gambar abstrak, dan kartu.

Kita bisa menggunakan metode loci sebagai tehnik memori untuk membantu kita dalam menghafal dan mengingat sesuatu atau beberapa hal. Loci berasal dari bahasa latin yang berarti lokasi atau tempat. Metode loci memanfaatkan kemampuan otak khususnya di bagian hippocampus untuk menguatkan ingatan dengan konteks spasial.

Dengan kata lain, metode loci ini bekerja dengan mengasosiasikan hal-hal yang ingin kita ingat-ingat dengan gambaran suatu atau beragam tempat dan lokasi yang spesifik serta familiar. Menggunakan ingatan kita yang telah dimiliki sebelumnya tentang beberapa tempat dan rute yang sudah dikenal dengan baik sebagai alat bantu dalam menghafal beberapa hal yang ingin kita ingat-ingat nantinya.

Ketika kita ingin menghafal suatu urutan kata-kata, kita bisa membuat suatu perjalanan mental dan membayangkan kata-kata yang ingin diingat berada pada beberapa lokasi atau tempat yang spesifik, diurut sesuai rute perjalanannya. Sebagai variasi dari tehnik memori ini, kita bisa menciptakan suatu wilayah fiktif atau khayalan seperti istana fiktif atau kota khayalan selama masih mudah untuk diingat-ingat seperti lingkungan di sekitar tempat tinggal kita sendiri.

Secara teoritis, otak lebih mudah mengingat hal-hal yang sudah akrab dan komunikasi saraf dalam otak menciptakan gambar-gambar. Teori ini memang masih diperdebatkan. Tapi telah terbukti berguna jika kita ingin menghapal sesuatu kita menggunakan repetisi agar sesuatu itu tertanam dalam memori dengan mudah. Contohnya; seorang anak yang sedang belajar akan cenderung membaca dengan berulang-ulang.

Teori selanjutnya adalah, otak berbicara dalam gambar. Misalnya, jika kita mendengar kata-kata seperti: ‘gajah’, maka otak kita akan membayangkan seekor gajah daripada melihat huruf-huruf seperti: ‘g, a, j, a, dan huruf h’ di otak kita. Maka dari itu, kita lebih ingat dengan wajah seseorang daripada hafal nama-namanya saja tanpa melihat rupanya. Contohnya: banyak orang merasa familiar dan merasa kenal seseorang yang sudah lama tidak ditemui namun ternyata lupa dengan namanya. Atau seseorang lebih mudah dalam mempelajari sesuatu jika ada gambar, bagan, grafik, ilustrasi, dan seterusnya.

Metode loci ini seperti menggabungkan kedua teori ini, sehingga kemampuan memori bisa meningkat berkali lipat. Keberhasilan dari penggunaan teori ini memang tidak selalu konsisten tapi relatif berguna untuk mengingat-ingat, setidaknya telah terbukti dalam meningkatkan memori jangka pendek. Sedangkan untuk memori jangka panjang dibutuhkan investasi waktu dan energi yang banyak tapi tetap lebih baik dengan menggunakan metode loci yang telah teruji ini.

Medial parietal kortek dan retrosplenial korteks berkontribusi kepada kemampuan seseorang untuk mengingat suatu area yang telah kita kunjungi, menghafal urutan tempat di dalam suatu rute yang pernah kita datangi, dan bisa tahu arah tanpa tersesat di suatu daerah yang sudah dikenal dengan baik. Metode loci memanfaatkan kemampuan ini dengan menyimpan memori yang baru kepada gambaran mental dari memori lama dari beberapa lokasi.

Juara dunia dalam kompetisi menghafal, Dominic O’Brien, memakai metode loci yang dia sebut sebagai tehnik memori dengan metode perjalanan. Juara mengingat dari Jerman, Clemens Mayer, menggunakan metode loci untuk menghafal 1040 urutan angka yang acak dengan menggunakan 300 titik lokasi menuju rumahnya dalam ingatannya. Bahkan, ada orang yang bisa mengingat urutan konstanta pi hingga digit ke-65.536. Seseorang yang bernama Simon Reinhard bisa menghafal urutan kartu yang telah dikocok dalam waktu hanya 21,19 detik saja.

Contoh Penggunaan dari Tehnik Memori dengan Metode Loci:

Baca entri selengkapnya »

Bingung? Pegangan! (Sama Prinsip-Prinsip)

Orang yang mengutamakan prinsip tidak akan pernah gagal dalam berbuat kebajikan. -Martin Luther

Kehidupan kita disusun oleh rangkaian pilihan dan keputusan yang kita buat. Beragam pilihan yang mengarahkan jalan hidup kita dalam segala hal; pekerjaan, percintaan, dan seterusnya. Renungkanlah, bagaimana kisah kita yang sekarang terbentuk oleh berbagai pilihan di masa lalu. Dan terkadang, kita bingung dalam memilih, mengambil keputusan yang terbaik bagi masa depan kita.

Seorang pemuda bimbang dalam memilih calon istrinya. Seorang salesman bingung memikirkan cara untuk mendekati prosepeknya. Seorang direktur ragu-ragu ketika harus membuat suatu keputusan. Setiap tindakan akan membawa konsekuensi, dan kita ingin tindakan yang kita pilih akan membawa kita kepada konsekuensi yang terbaik dan dalam jangka panjang.

Ketika kita harus bertanggung jawab dalam memilih, berbagai pilihan kecil atau besar, bagaimana kita bisa memilih pilihan yang tepat? Saat kita akan mengambil sebuah keputusan, pertimbangan apa yang harus kita pikirkan? Waktu menjalani setiap detik dalam usia kita, seperti apa kita akan bertindak? Jalan mana yang harus ditempuh?

Baca entri selengkapnya »

Berpikir dalam Bahasa Asing Membantu Pengambilan Keputusan

Dalam sebuah riset bisnis yang diadakan oleh para peneliti di Universitas Chicago, ditemukan bahwa orang-orang bisa berpikir secara lebih rasional dalam mengambil keputusan ketika memikirkan masalah tersebut dan mencari solusinya dengan menggunakan bahasa asing.

Boaz Keysar, seorang pakar komunikasi dan yang juga merupakan profesor bidang psikologi di Universitas Chicago mengemukakan bahwa orang-orang menjadi lebih berani dan termotivasi untuk mengambil kesempatan yang beresiko untuk mendapatkan keuntungan jika berpikir dalam bahasa asing.

Dalam penelitian sebelumnya diketahui bahwa pada dasarnya manusia secara alami ingin menghindari bahaya, sehingga banyak orang yang tidak berani mengambil peluang yang mengandung resiko meski resikonya kecil dan terukur. Meski peluang untuk berhasilnya lebih besar.

Golongan manusia yang berhasil bertahan hidup dan tidak punah adalah mereka yang selalu waspada akan bahaya yang mengancam nyawa. Sifat ini diteruskan secara genetik kepada umat manusia di jaman modern. Kini banyak orang takut mengambil keputusan yang beresiko walau tidak sampai membahayakan. Padahal keputusan tersebut lebih berpeluang dalam memberikan keuntungan.

Dan penemuan yang baru ini menyatakan bahwa kecenderungan untuk menghindar tersebut berkurang dan orang-orang menjadi bersemangat memutuskan untuk mengejar kesempatan jika berpikir dalam bahasa asing. Proses pengambilan keputusan menjadi lebih strategis, logis, dan optimis.

Berpikir dalam bahasa asing meningkatkan kemampuan seseorang untuk mengambil keputusan yang terbaik. Hal ini disebabkan karena bahasa asing menciptakan mekanisme di otak yang memberikan ruang untuk berpikir secara logis daripada berintuisi secara otomatis. Kemampuan kognitif menjadi bertambah berkat pemikiran kreatif yang rasional daripada sekedar pemikiran sesaat yang emosional.

Efek bahasa asing ini teruji lewat beberapa eksperimen di Universitas Chicago. Beberapa partisipan yang mampu berbahasa asing dipilih untuk mengeksplorasi proses pengambilan keputusan bisnisnya dengan beberapa pilihan sebagai sebuah percobaan yang ilmiah. Hasilnya diukur secara statistik ekonomi.

Ketika para partisipan berpikir dengan bahasa ibu atau bahasa negaranya sendiri, mereka cenderung takut dan ragu-ragu untuk mengambil keputusan yang secara statistik ekonomi terbukti menguntungkan. Sedangkan partisipan yang menggunakan bahasa asing lebih sukses dalam mengambil keputusan.

Sayuri Hayakawa sebagai rekan peneliti mengungkapkan bahwa dengan berpikir dalam bahasa asing, seseorang mampu menahan emosinya. Reaksi yang emosional bisa mempengaruhi pengambilan keputusan yang didasarkan rasa takut daripada optimisme walaupun peluangnya bagus.

Beberapa penelitian juga dilakukan di Korea, Perancis, dan Amerika Serikat. Ditemukan bahwa pengambilan keputusan sangat dipengaruhi oleh deskripsi persoalannya. Pilihan yang berfokus pada keuntungan cenderung dicurigai beresiko, sedangkan pilihan yang digambarkan memiliki kerugian cenderung dianggap berpotensi tidak terlalu beresiko.

Namun, jika permasalahannya dipikirkan dalam bahasa asing; pilihan-pilihan ini bisa dipikirkan dengan logis tanpa terpengaruh dengan bagaimana pilihan-pilihan tersebut dipresentasikan. Pemgambil keputusan bisa mempertimbangkan pilihan-pilihan yang ada dengan matang dan obyektif.

Hasil studi ini sangat besar relevansinya dalam perekonomian global dan bagaimana para individu mengambil keputusan khususnya di dunia bisnis dan keuangan. Para pebisnis, manajer, dan karyawan yang biasa memproses pengambilan keputusan dalam bahasa asing lebih unggul dalam berpikir dengan akal sehat tanpa terlalu dipengaruhi oleh emosi negatifnya. Berpikir dalam bahasa asing terbukti menguntungkan!

Referensi: B. Keysar, S. L. Hayakawa, S. G. An. The Foreign-Language
Effect: Thinking in a Foreign Tongue Reduces Decision
Biases . Psychological Science, 2012; DOI:
10.1177/0956797611432178

Sumber: University of Chicago (2012, April 25). Thinking in a
foreign language helps economic decision-making.
ScienceDaily. Retrieved April 30, 2012, from http://
http://www.sciencedaily.com /
releases/2012/04/120425093938.htm

Doa Inspiratif untuk Motivasi Meeting Pagi

Pada pagi hari ini, kami bersyukur kepada Tuhan yang telah memberikan kesehatan sehingga kami bisa berkumpul kembali dan bekerja untuk menafkahi keluarga kami.

Ya Tuhan kami, mohon ampuni dosa kami, dosa kedua orang tua kami, dan dosa saudara-saudara serta para pemimpin kami. Berikanlah kami kebijaksanaan untuk bisa belajar dari kesalahan di masa lalu.

Bimbinglah kami agar terhindar dari melakukan kesalahan di masa depan. Jaga kami dari godaan untuk melakukan perbuatan yang tercela yang pada akhirnya akan merugikan diri dan keluarga kami.

Ya Tuhan, berikanlah petunjuk supaya kami mendapatkan peluang yang membawa kesuksesan. Kembangkanlah kreativitas kami untuk berinovasi demi keunggulan. Dan pertajamlah intuisi kami agar bisa mengambil keputusan yang tepat daripada keputusan yang salah.

Berikan kami kesempatan, keberuntungan, dan pertemanan yang baik dalam pekerjaan kami demi kesejahteraan keluarga kami. Kuatkanlah jiwa dan raga kami agar bisa bekerja semaksimal yang kami mampu untuk memberikan yang terbaik dari diri kami.

Lapangkanlah hati kami agar ikhlas menerima hal-hal yang tak bisa diubah dan ikhlas setulusnya dalam melayani para pelanggan kami. Kobarkanlah selalu semangat kami agar kami termotivasi dalam bekerja. Jadikanlah pikiran kami agar optimis dan bentuklah mental kami agar menjadi pribadi yang pantang menyerah. Terimalah kerja kami sebagai bentuk amal ibadah kami bagi-Mu.

Tuhan, hanya kepada-Mu lah kami meminta dan hanya kepada-Mu lah kami memohon. Mohon kabulkan doa kami. Amin!