Tips Motivasi

Tips-Tips Motivasi by Reza Wahyu

Tag: kinerja

Menciptakan Komitmen Kerja yang Berkualitas dari Karyawan

Amy Arnsten adalah seorang profesor di bidang ilmu neuroscience di Universitas Yale. Dia mempelajari pengaruh respons emosional dari otonomi diri terhadap fungsi kognitif. Yaitu persepsi bahwa seseorang merasa dirinya kehilangan kontrol akan juga membuat penurunan dalam kompetensi pikiran.

Contoh sederhananya, bila seorang manajer mengatur para karyawannya dengan otonomi yang sangat terbatas. Misalnya dengan mendiktekan tugas-tugas tanpa memberikan ruang untuk berinovasi, maka para karyawan yang merasakan kurangnya rasa kontrol dirinya, akan menjadi tidak terlalu produktif.

Pusat kendali emosi di dalam otak orang yang merasa tidak bebas berkarya, apakah itu nyata atau hanya persepsinya saja, akan menurunkan kemampuan fungsi berpikir di level tertentu.

Jadi, jika perusahaan menginginkan hasil kinerja yang berkualitas dengan komitmen yang tinggi dari para karyawan, sebaiknya penetapan tujuan atau target dideskripsikan cukup dengan garis-garis besarnya saja.

Baca entri selengkapnya »

Motivasi untuk Peningkatan Kinerja

Kurangnya motivasi adalah penyebab utama penurunan kinerja. -Reza Wahyu

Beberapa perusahaan memiliki prosedur kerja yang sudah terarah dan tidak begitu sulit untuk diikuti. Jika para karyawan menjalankan tugasnya dengan benar sesuai arahan manajemen dan instruksi atasan, seharusnya bisa menghasilkan kinerja yang baik.

Masalahnya, banyak karyawan yang merasakan kekurangan semangat atau motivasi dan kinerjanya menjadi kurang bagus. Mereka menjadi bermalas-malasan dan suka menunda-nunda. Potensi kemampuan yang ada tidak digunakan dengan sepenuh daya dan upaya.

Jika saja karyawan bisa bekerja dengan tingkat motivasi yang tinggi, perusahaan akan diuntungkan berkat produktivitas hasil kinerja yang meningkat. Karyawan yang rajin bekerja dan termotivasi tinggi akan memberikan kontribusi yang terbaik untuk perusahaan.

Walaupun begitu, manusia bukan robot. Sikap perbuatan dari sang karyawan tidak bisa diprogram dan berperilaku konsisten. Segala tindakannya terpengaruh oleh suasana batinnya tidak hanya kondisi fisik. Ilmu pengetahuan yang berwawasan batiniah disebut ilmu psikologi.

Baca entri selengkapnya »

Motivasi Kerja Karyawan dan Tipe Motivator

Kebanyakan motivator top di Indonesia mengukur kesuksesan dari nilai uang atau kekayaan. Hal ini tidaklah salah, namun jadinya mereka berfokus pada strategi-strategi untuk meningkatkan penghasilan.

Tentunya penghasilan yang diharapkan berasal dari kegiatan bisnis dan investasi agar lebih memaksimalkan pendapatan.

Pada umumnya, ilmu motivasi memang mendorong kita agar sukses dalam berusaha secara maksimal. Kalau karyawan membutuhkan motivasi kerja yang optimal, tapi untuk usaha seseorang bisa maksimal dia harus menjadi pebisnis atau investor.

Untuk bisa berhasil dalam bisnis dan investasi, seseorang harus belajar banyak dan berani gagal.

Inilah yang banyak diajarkan oleh para pakar motivasi di Indonesia. Berani mencoba berbisnis dan belajar berinvestasi dengan beragam ilmu yang tidak sederhana. Berwirausaha dan mengubah mindset untuk menjadi investor atau pengusaha.

Sayangnya, tips-tips motivasi sang motivator tipe ini kurang cocok diterapkan untuk meningkatkan kinerja karyawan di sebuah perusahaan.

Jika karyawan perusahaan diberikan materi motivasi yang mengukur kesuksesan dari uang, maka mereka bisa jadi malah ingin berhenti bekerja dan keluar untuk berusaha atau berinvestasi sendiri.

Hal ini bukan berarti para karyawan tidak bisa berbisnis atau berinvestasi disamping tetap bekerja di perusahaannya yang sekarang. Saya akan membahas beberapa tips berinvestasi yang aman, mudah, dan menguntungkan bagi karyawan di tulisan yang selanjutnya.

Nah, motivator yang sesuai untuk meningkatkan kinerja para karyawan di sebuah perusahaan memiliki strategi motivasi yang berbeda. Motivator untuk karyawan akan lebih menekankan tentang kepuasan kerja dan produktivitas karyawan.

Inilah motivator tipe kedua: motivator kantor.

Ukuran kesuksesan yang digunakan motivator tipe kedua ini adalah pencapaian target pekerjaan karyawan, efektivitas dan efisiensi dalam menyelesaikan pekerjaan, serta peningkatan motivasi, produktivitas, dan kepuasan karyawan.

Pada akhirnya, keberhasilan yang didapat adalah naiknya profit perusahaan dan turunnya tingkat kepindahan atau karyawan yang berhenti/resign. Namun, ilmu memotivasi karyawan lebih rumit daripada ilmu motivasi yang umum.

Motivasi kepada karyawan menjadi rumit karena sang motivator mesti bisa membangkitkan semangat bekerja tapi tidak terlalu bersemangat untuk mau berusaha sendiri. Motivator kantor harus mampu membuat perubahan dengan perbaikan pikiran karyawan agar lebih produktif, efektif, dan inovatif tapi tidak berubah menjadi mindset pengusaha atau investor.

Motivator tipe kedua ini juga diwajibkan memiliki wawasan sebagai konsultan manajemen yang mengerti ilmu manajemen, budaya perusahaan dan dinamika sosial kantor, serta psikologi korporasi.

Dan akhirnya; motivasi untuk karyawan membutuhkan motivator yang juga berpengalaman menjadi karyawan dalam jangka waktu yang lama agar bisa memahami dengan empatik bagaimana jiwa & jalan pikiran karyawan.

Tipe yang ketiga adalah motivator spesialis. Motivator ini mengkhususkan diri untuk berbagi tips-tips motivasi yang dikhususkan untuk bagian-bagian pekerjaan tertentu.

Contohnya seperti sales trainer, marketing consultant, service-oriented coach, atau bagian spesifik lainnya.

Motivator tipe ini mengajarkan beragam tips-tips motivasi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing bagian perusahaan dan kegiatan. Tehnik-tehnik untuk bagian penjualan, customer service, pelatihan pengawasan supervisor, manajemen gudang, kelas kepemimpinan, dll.

Strategi yang digunakan diukur dengan kebaruan dan kedalaman dari taktik yang dipaparkan oleh sang motivator jenis ini.

Sebenarnya, saya bisa memecah lagi menjadi beberapa tipe dari motivator ini. Namun, intinya adalah: kita bisa membagi kedua sisi keilmuan motivasi. Motivasi untuk berwirausaha dan motivasi kerja karyawan.

Keduanya tidak bisa digabungkan walau terdapat beberapa trik yang serupa. Cara mencapai tujuan misalnya. Tapi bedanya, motivasi untuk karyawan ditujukan untuk mencapai atau melebihi target yang telah ditentukan perusahaan.

Jangan sampai karyawan malah menetapkan tujuan sendirian dan keluar dari pekerjaannya.

Maka, jika suatu perusahaan menginginkan kelas/training motivasi untuk karyawannya, perusahaan tersebut harus mencari motivator berdasarkan kebutuhannya: untuk meningkatkan kinerja karyawan bukan membuatnya karyawannya berinisiatif dan bersemangat untuk berbisnis sendiri!